Kamis, Januari 08, 2009

coba jawab...

apabila ada seseorang yang sering kali ditipu dalam masalah jual beli, misal membeli yang seharusnya cuma 50 trus dibeli dengan harga 70, dan dia sering mengalami itu namun selalu ia berpikiran bahwa, "ah itu mungkin buat sedekah aja".... dan terkadang harga yang dia beli bisa 2kali lipat dari harga sebenarnya. Menurut kalian orang itu gimana dan harus gimana?

3 coment-coment:

Linda mengatakan...

semua itu tergantung niat awal dy gmn.... klo dy emg mo sedekah & ikhlas melakukannya masa' harus dilarang sich...^^ ( eh bener g yah... ya itu pendapat aku aja sich)

Anonim mengatakan...

betul juga sie kata si Linda... tapi cuma nambahin aja ya...yah ga harus sedekah trus.,klo gitu nanti banyak orang yang manfaatin donk... saran aja, jadilah pembeli yang cerdas sedekah kan juga ada tempatnya sendiri...klo jual belinya qta dirugikan trus kan ga enaq tue...

3bSTAN2007 mengatakan...

Ada tambahan nie... kan ada tue hadist yang kutipannya kurang lebih gini : salah satu golongan yang dinaungi ALLAH nanti dihari kiamat dimana tidak ada naungan selain naungan ALLAH adalah orang yang memberi dengan tangan kanan, sedangkan tangan kirinya tidak mengetahuinya,,, nah hubungannya dengan pertanyaan "anonim" gini., kita misalkan aja si penjual itu orang yang tidak punya atau golongan menengah ke bawah dia, dia menjual sesuatu dengan harga misal Rp.10.000, padahal kita tahu harga pasarnya Rp.8.000..dan misalkan kita tawar Rp.8.000 juga pasti penjual itu akan melepas barangnya dgn harga Rp.8.000.... nah kita tidak menawarnya, dan tetap membeli dengan harga Rp.10.000..nah selisih Rp.2.000 tadi kita ikhlaskan untuk beramal aja ke pedagan tadi. Si pedagang kan gak tahu tue klo kita beramal Rp.2.000 padanya.. itu yang disebut "tangan kiri tidak tahu"

intinya sieh klo kita mank mau beramal dari suatu jual beli, kita harus tau status si pedagang (biasanya sie klo pedagang di pasar tradisional dari kalangan menengah ke bawah) trus kita juga harus tau haga pasaran (kalo ga tau ya kira2 aja harga yang pantas untuk suatu barang dgn logika)