Rabu, Oktober 29, 2008

Sebuah rasa

Thanx buat yang dah ngadain nih anonim3b.

Aku mau cerita. Syukur kalau ada yang menanggapi.

Aku sekarang merasakan keresahan yang entahlah.

Aku hidup di tengah keluargaku dengan pandangan mereka terhadapku :

Aku yang paling berprestasi di antara keluargaku

Aku mempunyai ilmu agama yang lebih di antara semua keluargaku.(bukan berarti keluargaku tidak tau agama ataupun keluarga alim)

Aku mewarisi semua keunggulan yang ada pada orang tuaku.dan juga beberapa kelemahannya.

Like father like son, itulah yang selalu diucapkan keluargaku terhadapku.

Aku selalu diidentikkan dengan almarhum ayahku yang selalu peduli dengan anggota keluarga lainnya.

Sekarang aku telah tamat dari stan, dan itu berarti bisa dikatakan aku adalah anak yang telah (sedikit) sukses dibanding saudara2ku.

Apalagi nanti jika aku telah bekerja dan mempunyai penghasilan sendiri, tentu akan “lebih” lagi aku di mata keluargaku.

Di kampung, sepertinya hanya aku dan ibuku yang dikenal. Hanya aku yang lebih mendekat pada warga kampung.

Mungkin aku memang agak berbeda di banding saudara-saudaraku.

Seolah aku memang terlahir lebih “baik” dan lebih “positif” atau mungkin lebih “beruntung” dari mereka.

Aku memang lebih dekat dengan ibuku. Dan sifatku cenderung lebih halus. Berbeda dengan saudaraku yang lain.

Sekarang aku mempunyai perasaan dalam hati seperti ini :

SANGAT LEBIH BAIK jika kakakku tidak berada di rumah ini lagi.

Aku bosan ketika pulang ke rumah yang pasti ku dengar, paling tidak sehari sekali, pasti bentakan kakakku kepada ibuku. Memang terkadang ia bersikap lembut pada ibuku. Tapi itu paling cuma beberapa menit. Dan ia juga tidak terlalu tergantung masalah uang pada ibuku. Tapi tetap ia membutuhkan uang dari ibuku. Menurutku jika seorang ibu menggerutu merupakan sikap yang wajar, namun selalu dihadapinya dengan serius, dan balik berkata lantang di depannya, bahkan sampai ingin menghancurkan barang-barang di rumah. Membuat ibuku menangis?kurasa ibuku orang yang paling patut kutiru. Beliau mampu menutupi rasa sakitnya, tanpa menangis di depan kamidan selalu mencoba tersenyum. Mungkin jika aku adalah ibu, akan kering air mata ini. Pernah beberapa kali, dulu kulihat ia menangis.

Sekarang tak ada lagi yang bisa menghiburku ibuku selain anak-anaknya. Ayah telah lama tiada, nenekku baru beberapa bulan lalu meninggal. Dan aku, mungkin akan lama meninggalkannya.

Aku berada di bawah kakak yang menurutku tidak pantas di rumah ini. Selalu ada kata iya bagi teman-temannya, namun untuk keluarga selalu menjadi urusan ke sekian.

Aku telah sering menunda untuk menambah kemampuanku. Aku sengaja tidak belajar menyetir mobil, sehingga mobil di rumahku bisa dipakainya untuk mengantar ibu kemana ibu ingin pergi. Aku sengaja tidak membuat sim motor, agar motor yang selalu dipakainya bisa dipakainya untuk membantu keluarga. Tapi seolah tak pernah terlintas dalam pikirannya untuk menggunakan semua peninggalan ayah untuk membantu keluarga. Aku sengaja tidak mengerjakan beberapa pekerjaan rumah yang disuruh ibuku, agar mungkin dia akan mengambilalihnya.

Sifatnya yang keras dan ditambah latar bela diri yang diikutinya membuatnya seolah raja di rumah ini.

Aku sengaja tidak memahami berbagai hal, agar dengan harapan suatu hari ia akan berubah.

Aku lelah menjadi yang selalu diandalkan.

Adikku masih SMA. Beruntung dia sekarang sudah agak berubah. Karena dahulu ia termasuk agak susah bergaul. Karena peristiwa masa lalu.Dan sekarang mulai memahami sekitar. Aku hanya menaruh harapan padanya dan adikku satu lagi yang paling kecil. Aku hanya berharap mereka bisa menggantikanku sementara aku tidak berada disini.

Mungkin aku tidak terlalu lelah,, hanya saja aku merasa suatu saat aku membutuhkan pengganti di rumah ini.

Senin, Oktober 27, 2008

untaian rasa yg ku selipkan
semoga mampu tuk meluluhkan
hati pemilik senyum itu


berbagai cara akan ku coba
agar aku takkan kehilangan
pandangan dari senyum itu


* dan bisa aku katakan
jadi kekasihku
akan membuat
kau jauh lebih hebat

reff: percaya padaku, uuuh
percaya padaku, uuuh
jiwaku untukmu, uuuh
hidup terlalu singkat
untuk kamu lewatkan
tanpa mencoba cintaku

Download Contoh pemberkasan + aturan tambahan

silahkan klik disini dan disana.....

Kamis, Oktober 16, 2008

ini lagu keren banget yah... dinyanyikan pas kemarin qt wisuda... ohhh so sweet dech...

One Moment In Time

Each day I live
I want to be
A day to give
The best of me
I'm only one
But not alone
My finest day
Is yet unknown
 
I broke my heart
Fought every gain
To taste the sweet
I face the pain
I rise and fall
Yet through it all
This much remains
 
I want one moment in time
When I'm more than I thought I could be
When all of my dreams are a heartbeat away
And the answers are all up to me
Give me one moment in time
When I'm racing with destiny
Then in that one moment of time
I will feel
I will feel eternity
 
I've lived to be
The very best
I want it all
No time for less
I've laid the plans
Now lay the chance
Here in my hands
 
Give me one moment in time
When I'm more than I thought I could be
When all of my dreams are a heartbeat away
And the answers are all up to me
Give me one moment in time
When I'm racing with destiny
Then in that one moment of time
I will feel
I will feel eternity
 
You're a winner for a lifetime
If you seize that one moment in time
Make it shine
 
Give me one moment in time
When I'm more than I thought I could be
When all of my dreams are a heartbeat away
And the answers are all up to me
Give me one moment in time
When I'm racing with destiny
Then in that one moment of time
I will be
I will be
I will be free
I will be
I will be free